Ming. Des 8th, 2019

PERPUSTAKAAN MAYOGA

Ruang Baca Siswa Mayoga

BERITA SEPUTAR PERPUSTAKAAN

Syuting sebuah acara talk show di studio televisi merupakan  hal biasa. Menjadi luar biasa ketika syuting itu dilakukan di tempat lain, sebuah perpustakaan misalnya. Pada Kamis (6/10) perpustakaan MAYOGA mendapat kepercayaan dari TVRI Jogja untuk menjadi tempat syuting sebuah acara talk show. Perpustakaan MAYOGA diubah menjadi sebuah studio siaran TVRI Jogja dalam acara ranah publik. Bertempat di ruang utama perpustakaan MAN 3 Sleman Yogyakarta (MAYOGA) acara berlangsung serius. Acara dikemas dalam bentuk diskusi publik.

Kegiatan syuting berlangsung dalam dua sesi. “Tema yang diangkat pada sesi pertama ranah publik adalah Mencermati Peraturan Daerah tentang Ruang Milik Jalan (Perda Rumija)  DIY”, ungka Yudi selaku pembawa acara dari TVRI Jogja. Hadir pada kesempatan tersebut tiga nara sumber: Bambang Sugaib (Dinas PUP ESDM DIY), Risdianto (pakar Transportasi UJB, mewakili akademisi), dan Anton Prabu Semendawai (Ketua Pansus Rumija DIY).

Di bawah panduan Maria Dewi, selaku Host, nara sumber menjelaskan tentang pentingnya merencanakan, membuat dan mengawasi Rumija di DIY. Perda Rumija telah disahkan oleh DPRD DIY dan saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan sosialisasinya kepada masyarakat.

Pada sesi kedua, tema yang diambil adalah Mencermati Perdais Tata Ruang Tanah Kesultanan dan Tanah Kadipaten. Hadir sebagai nara sumber pada tema ini, Hananto Hadi Purnomo (Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY), Munarto (Kepala Bidang Sarana Prasarana Bapeda DIY), dan Arif Nur Hartanto (Wakil Ketua DPRD DIY).

Sebagai audien dalam acara tersebut adalah Komunitas PGRI, Mahasiswa STP AMPTA, Mahasiswa UPY dan siswa MAN 3 Sleman Yogyakarta.

Kegiatan syuting ini menurut Yudi memberikan banyak manfaat. Bagi TVRI tentu acara ini dapat memberikan nuansa baru pada acara ranah publik. Sedangkan bagi MAYOGA acara ini menjadi ajang promosi perpustakaan yang notabene merupakan salah satu sumber belajar di MAYOGA. “Saya merasa senang masuk di perpustakaan MAYOGA ini, nyaman, penuh warna. Apresisasi buat perpustakaan MAYOGA atas prestasinya. Semoga menjadi basis gerakan literasi”, ungkap Arif Nur Hartanto.

Nur Wahyudin Al Azis, Kepala MAN 3 Sleman merasa senang dan menyambut positif program siaran ini. “Kami memberikan kesempatan luas bagi  media TV lainnya  untuk memanfaat perpustakaan MAYOGA sebagai tempat mengedukasi masyarakat DIY”, ungkapnya di sela-sela acara. (Aby)

Perpustakaan MAN Yogyakarta III Terima Penghargaan

Workshop Akreditasi Perpustakaan yang diadakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY 10-11 Juni 2014 di Hotel Santika turut diisi dengan penyerahan Penghargaan Perpustakaan Terakreditasi “A” oleh Kepala BPAD, Budi Wibowo, S.H., M.M. kepada Kepala MAN Yogyakarta III, Drs. H. Suharto.

Dalam sambutannya seperti dalam rilisnya kepada KR Online, kepala BPAD menyampaikan bahwa menyelenggarakan perpustakaan sekolah/madrasah secara profesional berarti menyiapkan generasi yang akan datang bagi peradaban baru Indonesia.

Terkait dengan implementasi Kurikulum 2013 yang menekankan peserta didik untuk belajar mandiri maka perpustakaan sekolah/madrasah dituntut untuk mengembangkan koleksi, kecukupan dan keragamannya, kenyamanan fasilitas, dan manajemen profesional yang akan menjamin penyelenggaraan perpustakaan secara baik.

Perhatian para pemangku kebijakan terhadap perpustakaan akan menjadi pendukung penting terwujudnya visi DIY sebagai kota pendidikan dan tujuan pariwisata terkemuka di Asia tahun 2025. Dalam workshop tersebut diserahkan pula penghargaan Perpustakaan Terakreditasi “A” ini kepada SMAN 1 Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan UIN Sunan Kalijaga. (*)

Pustakawan MAN 3 Sleman Masuk Tim Juri Lomba Perpustakaan Khusus/Instansi di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2019

Sleman (MAN 3). Berdasarkan Surat Tugas Nomor 800/2591 yang ditandatangani oleh Wahyu Hendratmoko, SE., MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Rita Susanti, Pustakawan MAN 3 Sleman yang juga pernah dinobatkan sebagai Pustakawan Berprestasi 2017 dari KEMENAG RI ini berkewajiban untuk melaksanakan tugas sebagai Tim Juri guna melakukan verifikasi lapangan dan penilaian dalam rangka lomba perpustakaan khusus/instansi di wilayah Kota Yogyakarta. Adapun pelaksanaan visitasi lomba ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Agustus 2019.

Sasaran dari pada kegiatan lomba ini terbagi kedalam lima kategori, yakni Kategori Dinas, Badan, Sekretariat Dewan, Inspektorat, dan RSUD; Kategori Kantor, Bagian, BPBD dan Kesbang; Kategori Puskesmas; Kategori Kecamatan; dan Kategori Kelurahan.

Bersama 20 juri lainnya, Rita masuk dalam Tim 1 yang terdiri dari 4 orang. Dimana Tim 1 ini mendapatkan tugas untuk melakukan visitasi dengan kategori Dinas, Badan, Sekretariat Dewan, Inspektorat, dan RSUD di Kota Yogyakarta. “Ada 9 instansi yang akan kami visitasi, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, RSUD, dan Dinas Perhubungan,” kata Rita.

“Ada 6 komponen yang harus kami nilai dalam lomba ini, yakni komponen koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga/SDM, penyelenggaraan-pengelolaan, dan penguat (inovasi dan kreativitas). Dimana di setiap komponennya telah ditentukan skor dan range penilaiannya. Dan diakhir penilaian, juri diharuskan untuk memberikan saran dan masukan guna pengembangan perpustakaan kearah yang lebih baik” tandas Rita.

“Ini adalah pengalaman pertama saya menjadi juri dalam lomba perpustakaan khusus/instansi. Meski tidak jauh berbeda dengan pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah, namun saya harus banyak belajar dan membuka wawasan seluas mungkin apa dan bagaimana pengelolaan sebuah perpustakaan khusus/instansi.” sambung Rita.

“Sungguh, kegiatan ini memberikan kesempatan dan pengalaman luar biasa bagi saya. Visitasi tiga hari yang kami lakukan memberikan banyak hal; ilmu, rekan baru, dan wawasan baru. Dan saya sangat mengapreasi program kegiatan ini, sebagai sebuah langkah nyata untuk meningkatkan pengelolaan, monitoring, sekaligus pembinaan kepada perpustakaan instansi. Semoga dengan kegiatan ini kualitas pengelolaan perpustakaan khusus/instansi dapat meningkat, sehingga dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi para pegawai khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,” harap Rita.

Dalam acara penutupan, Triyanta, S.Pd., Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca DPK Kota Yogyakarta menyampaikan rasa terimakasih kepada segenap dewan juri yang telah berkenan untuk meluangkan waktu, tenaga dan segenap pikiran sehingga pelaksanaan lomba perpustakaan khusus/instansi di wilayah Kota Yogyakarta tahun ini dapat berjalan sesuai rencana dan harapan kita bersama. “Mohon maaf jika dalam kerjasama ini ada banyak kekurangannya, semoga Bapak Ibu tidak kapok, dan mudah-mudahan kerjasama-kerjasama berikutnya dapat terjalin kembali,” harapnya. (Rta)